Daftar Lengkap Kuliah Murah di Universitas Luar Negeri

Bisa kuliah dan melanjutkan pendidikan di luar negeri memang menjadi cita-cita banyak orang khususnya anak-anak muda yang baru menyelesaikan studi sekolah menengah atas atau bahkan bagi lulusan sarjana yang ingin melanjutkan kuliah kembali. Namun impian itu banyak terhenti karna masalah dana yang terbatas. Kuliah di luar negeri memang diketahui memerlukan biaya yang tidak sedikit. Namun ternyata ada beberapa kuliah murah di universitas luar negeri yang bisa jadi pertimbangan Anda.

Alasan lainnya selain biaya kuliah yang mahal di luar negeri, banyak calon mahasiswa yang merasa terbebani dengan biaya hidup di luar negeri yang juga membutuhkan uang banyak karna apa-apa mahal berbeda dengan di Indonesia. Padahal tidak semua kuliah luar negeri mahal dan biaya hidup di luar negeri mahal, Anda hanya perlu mengetahui info yang tepat untuk memnuhi keinginan Anda bisa kuliah murah di universitas luar negeri.

Beberapa Negara yang menyediakan kuliah murah

Taiwan
Negara pertama yang menyediakan kuliah murah adalah Tiwan. Di National University Taiwan merupakan universitas terfavorit urutan ke-76 versi QS World University Rankings. Biaya kuliah tidak terlalu mahal, sebesar TW$ 100.920 hingga TW$ 124.200 atau sekitar Rp 45 juta hingga Rp 58 juta per tahun nya untuk jenjang sarjana.

Namun yang perlu diingat, ternyata biaya hidup di Taiwan lebih besar ketimbang di Jakarta. Apalagi jika Anda belajar di Taipei. Situs Numbeo menyebutkan bahwa butuh dana kurang lebih Rp 11 jutaan per bulan untuk dapat hidup di sana.

Jerman
Jerman adalah salah satu tujuan tempat kuliah murah di nluar negeri yang menjadi favorit, hal ini karna kampus-kampus di Jerman sudah diakui kualitasnya. Bahkan mantan Presiden Indonesa, (Alm) Eyang Habibie adalah lulusan Universitas Jerman.

Tapi sebetulnya faktor utama kenapa Jerman masuk dalam peringkat ini adalah biaya kuliah jenjang sarjana dan magister di sana gratis, tidak membeda-bedakan apa Anda dari Jerman atau orang luar. Anda hanya diminta membayar biaya administrasi yang nilainya berkisar antara 150 – 200 Euro atau setara Rp 2,5 hingga 3 jutaan. Meski gitu, kabarnya kebijakan tersebut tidak berlaku untuk kampus yang ada di negara bagian Baden-Württemberg. Sejak tahun 2017, mahasiswa dari negara non-Uni Eropa akan dikenakan biaya 1.500 euro atau Rp 25 juta per semester.

Tantangan lain buat kuliah di sini adalah soal visa. Meski biaya hidup di sana lebih terjangkau daripada negara Eropa lain, tapi buat dapat visa pelajar, Anda harus bisa membuktikan jika di dalam rekening tabungan Anda terdapat unag sejumlah 8.700 euro atau Rp 145 juta.

Meksiko
Meksiko adalah negara lainnya yang menawarkan biaya kuliah bervariasi bagi siswa internasional. Sama seperti di Indonesia, universitas swasta disini juga menerapkan biaya pendidikan lebih mahal, rata-rata sekitar US$ 6.300 atau Rp90 jutaan per tahun untuk siswa sarjana internasional.

Namun demikina, biaya hidup termasuk rendah di Meksiko, dengan kisaran US$ 9.250 atau Rp133 jutaan per tahun untuk standar hidup di ibukota. Meskipun bahasa pengantar utama adalah bahasa Spanyol, namun universitas-universitas di Meksiko juga menawarkan lebih banyak kursus bahasa Inggris untuk menarik minat siswa internasional.

Perancis
Biaya kuliah di Perancis sama untuk siswa domestik dan internasional, dan untuk tahun ajaran ini ditetapkan pada kisaran €170 atau Rp3 juta per tahun untuk program sarjana, €243 atau Rp4 jutaan untuk sebagian besar program magister, dan €380 atau Rp6.5 jutaan untuk program doktoral.

Untuk Anda yang belum lancar berbahasa Prancis, ada pilihan untuk belajar dalam Bahasa Inggris juga kok, meski sebagian besar program yang diajarkan dalam Bahasa Inggris ditemukan di tingkat pascasarjana.

Norwegia
Meskipun hampir semua negara Nordik relatif terjangkau untuk dijadikan sebagai tujuan studi, namun Norwegia adalah pilihan terbaik lantaran tidak pandang bulu dalam menggratiskan biaya pendidikan, baik itu untuk mahasiswa yang berasal dari lingkup Uni Eropa ataupun di luar Uni Eropa. Dalam hal ini ketika menempuh pendidikan di universitas negeri, dengan pengecualian beberapa program tertentu.

Selain gratis, bahasa Inggris juga menjadi alasan lainnya bagi mahasiswa internasional untuk memilih Norwegia sebagai tempat belajar. Bukan saja hampir semua tingkat studi tersedia dalam bahasa Inggris, sebagian besar penduduk di negara ini juga cukup fasih menggunakan bahasa tersebut, sehingga akan memudahkan dalam interaksi sehari-hari.

Tapi sayang, untuk urusan biaya hidup Norwegian tak berbeda dari negara-negara Nordik lainnya, relatif mahal. Anda akan membutuhkan sekitar NOK 139.680 atau setara Rp230 jutaan per tahun.

Argentina
Negara ini bisa jadi destinasi kuliah murah di luar negeri. Universitas Buenos Aires adalah kampus terbaik ke-75 versi QS World University Rankings. Selain itu disini banyak pihak universitas yang menerapkan kebijakan kuliah gratis. Kalaupun bayar, biaya kuliah yang bakal Anda keluarkan jumlahnya tidak terlalu besar, kira-kira US$ 5 ribu alias setara dengan Rp 72 juta aja.